Agrowisata Bukit Dermo Jadi Wisata Baru di Yogyakarta

Kabar baik dalam sektor pariwisata mengenai pembangunan agrowisata bukit Dermo dari Pemkab Bantul. Terobosan dan upaya tingkatkan sektor pariwisata.

Agrowisata adalah suatu rangkaian kegiatan wisata dengan memanfaatkan potensi pertanian yang dijadikan sebagai objek wisata. Wisata jenis ini mengambil potensi pemandangan alam kawasan pertanian.

Aktivitas produksi serta teknologi mengambil kekhasan dan keanekaragaman pertanian juga budaya masyarakat petaninya. Agrowisata Bukit Dermo dapat membuka beberapa pemandangan baru bagi masyarakat pedesaan.

Baca juga : Inilah 10 Tempat Wisata Baru di Jogja 2021

Negara-negara berkembang menjadi terbantu dengan adanya industri agrowisata dalam meningkatkan profil ekonomi daerah pedesaan. Secara tradisional pedesaan bergantung pada pertanian dan elemen di luar kendali.

Pemkab Bantul menargetkan pembangunan Bukit Dermo untuk agrowisata selesai tahun 2023. Nantinya wisata ini akan menjadi ikon baru bagi kabupaten Bantul.

View pemandangan alam pertanian sebagai suguhan utama di Bukit Derma. Rencana pembangunan di Bukit Dermo membuat pengembangan melalui kolaborasi bersama organisasi perangkat daerah (DPD) terkait.

Pemerintah daerah sudah menjadikan Agrowisata Bukit Dermo sebagai program premium dalam pengembangan agrowisata. Hal itu melihat potensi Bukit Dermo yang bisa menjadi ikon dalam agrowisata Bantul.

Rancangan Pembangunan Agrowisata Bukit Dermo

Image Name

Upaya pembangunan sudah dalam tahap penggodokan. Adapun Rancangan detail engineering design atau DED sudah selesai. Dengan begitu, nantinya Agrowisata di Bukit Dermo memiliki fasilitas fisik.

Pengembangan Agrowisata Bukit Dermo terdiri atas Sultan Ground (SG) dengan mencapai 37 hektar dari luas keseluruhan kawasan,yaitu 35 hektar.

Pembangunan bangunan utama di lahan seluas 2,7 hektar dari 27 hektar. Sisa lahan digunakan untuk mendirikan spot pendukung. Seperti perkebunan buah-buahan (sirsak dan durian).

Upaya untuk mengembangkan Bukit Dermo dengan mengajukan anggaran sebesar Rp 23 miliar. Sumber dana berasal dari Dana Alokasi Khusus atau DAK tahun 2022.

Pengajuan jumlah anggaran untuk pembangunan dan pengembangan baru setengah dari nilai Rencana Anggaran Biaya atau RAB Detail Engineering Design (DED) sebesar Rp 4 miliar.

Tahap awal pembangunan pengembangan Agrowisata Bukit Dermo dimulai pada tahun 2022. Pada tahap ini akan melakukan pemadatan tanah, pintu masuk, tempat parkir, penunjuk arah, serta bangunan utama.

Adapun kendala dari pembangunan pengembangan agrowisata di Bukit Dermo adalah sumber air. Serta, lokasi pembangunan agrowisata juga memiliki kontur tanah bebatuan.

Hal itu cukup menyulitkan dalam pengerjaan pembangunan. Akan tetapi, tidak akan menjadi penghalang untuk terus membenahi agrowisata Bukit Derma menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Bantul.

Letak atau Lokasi Agrowisata Bukit Dermo

Para penyuka travelling di alam tentu penasaran letak atau lokasi dari Agrowisata di Bukit Dermoberada. Terletak di wilayah Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Tempat wisata ini cukup strategis untuk letaknya karena berada di jalur alternatif Bantul-Gunung Kidul. Akses yang mudah tentu akan membuat wisatawan gampang menemukannya.

Perjalanan dari Bantul menuju Bukit Dermo mengambil arah ke pantai-pantai di wilayah Gunung Kidul. Jalan sudah bagus dan mulus tetapi berliku, sehingga perlu kehati-hatian dalam membawa kendaraan.

Lokasi Google Maps

Fasilitas-Fasilitas yang Tersedia di Agrowisata Bukit Dermo

Image Name

Pemerintah Daerah DIY juga mencanangkan sebagai program premium untuk food estate dan wisata edukasi. Sosialisasi dilakukan dengan petani sebagai penggarap lahan.

Baca juga : Lokasi dan Tiket Masuk Wisata Gamplong Studio Alam

Petani yang lahan terdampak pembangunan agrowisata ini dikumpulkan dan Pemda tidak akan merugikan petani sebagai pihak pengelola.  Berikut fasilitas-fasilitas yang tersedia:

1. Water Torrent atau Penampung Air

Water torrent sebagai ikon yang menjadi favorit bagi pengunjung agrowisata bukit Derma. Mempunyai bentuk lampu, jika malam hari akan kelap-kelip indah dan menarik.

Fungsi dari water torrent sebagai gardu pandang, penyimpan air, dan estetik untuk selfie atau berfoto. Apabila mengambil foto di sini terlihat bagus, sehingga cocok untuk diunggah pada media sosial.

2. Rain Catchment

Bangunan dari rain catchment merupakan tiang lampu dengan corong besar penampung air. Berbentuk melingkar berjumlah lima sesuai dengan singkatan Derma, yaitu Bunder Limo.

Para pengunjung tidak akan melewatkan moment untuk mengabadikan di bangunan rain catchment. Bangunan ini sebagai salah satu ikon juga di Bukit Derma.

3. Foodcourt

Pemandangan yang cantik dengan udara yang sejuk tentu akan menarik bagi pengunjung agrowisata bukit Derma. Apalagi dengan tersedianya foodcourt dengan beragam pilihan menu.

Menikmati makanan dengan melihat pemandangan alam nan menawan. Tidak usah khawatir untuk harga menu masih terbilang ramah kantong.

4. Sky Bridge

Pengunjung agrowisata bukit Derma bisa menguji adrenalin dengan mencoba sky bridge. Pastinya akan menjadi pengalaman yang mengesankan dan menarik.

5. Outdoor Gym

Mau olahraga dengan suasana berbeda? Bisa mencoba fasilitas outdoor gym, sehingga bukan hanya sehat badan tetapi pikiran juga menjadi fresh.

6. Los atau Kios UMKM

Bagi yang ingin membeli oleh-oleh atau souvenir juga terdapat produk-produk lokal yang dijual. Adanya kios UMKM tentu mempunyai dampak positif bagi perkembangan industri kecil di Bantul.

7. Gazebo

Ingin bersantai bersama keluarga di agrowisata bukit Derma bisa menggunakan fasilitas gazebo. Meskipun, masih dalam bentuk gubuk sederhana tetapi nyaman.

8. Fasilitas Lain

Toilet sebagai fasilitas penting juga tersedia. Tempat parkir luas. Ada juga viewing deck, amphitheater. Pengelola akan terus memberikan fasilitas terbaik bagi pengunjung,

Fasilitas-fasilitas tersebut akan menunjang dan mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan di agrowisata bukit Derma. Seperti jip touring, kebudayaan, olahraga, dan pelestarian alam.

Suka nongkrong, sekedar melepas penat, bercengkrama, dan bercerita tentu tidak akan melewatkan moment mengesankan.

Apalagi ditemani secangkir kopi atau camilan akan membawa suasana semakin hangat. Memanjakan diri mencoba semua hal menarik di Bukit Derma mesti dilakukan.

Harga Tiket Masuk

Image Name

Mengenai tiket masuk di Bukit Derma belum tertulis secara jelas. Kemungkinan, pengunjung memberikan biaya masuk seikhlasnya atau penarikan bervariasi.

Baca Juga : Wisata Kuliner di Suwatu By Mil&Bay Jogja

Jadi, tiket masuk resmi agrowisata bukit Derma bisa langsung bertanya ketika berkunjung. Harga tiket untuk wisata di kabupaten Bantul tidak akan memberatkan.

Potensi Pertanian Agrowisata Bukit Derma

Pembangunan dan pengembangan pada agrowisata di Bukit Dermo tentu dengan sajian yang bagus dan inovatif. Pemerintah mengembangkan agrowisata untuk produksi, wisata, edukasi, dan konservasi agro.

Nuwungan, Selopamioro memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan. Salah satunya dengan agrowisata bukit Derma.  Di wilayah ini terdapat pertanian hortikultura bawang merah glowing. Di sini juga akan mengembangkan pembibitan hingga pasca panen.

Jadi, pengunjung atau wisatawan akan dapat mengetahui bagaimana cara melakukan pembibitan, menanam, dan memanen. Dengan begitu, pengunjung akan mendapatkan ilmu dengan berwisata.

Pengunjung agrowisata bukit Derma bisa memetik buah-buahan yang ditanam kemudian bisa dibawa pulang dengan cara membeli. Pastinya ini sesuatu yang menyenangkan.

Hal tersebut, sesuai rancangan Pemkab yang akan menyulap Bukit Derma menjadi kawasan agrowisata dengan inisiasi tanaman alpukat, kelengkeng, dan rambutan.

Dengan begitu, masyarakat nanti bisa menikmati jual beli pertanian. Petani pun menjadi lebih bersemangat dan senang menikmati hasil jerih payahnya.

Itulah sekilas mengenai Agrowisata Bukit Derma bentuk peningkatan ekonomi bagi petani pedesaan. Sistem yang dilakukan Pemkab Bantul tentu akan membuat petani lebih semangat.

Originally posted 2022-07-11 11:38:53.

Check Also

Plengkung pitu Klaten Wisata Baru Jogja

Plengkung Pitu Klaten, Destinasi Wisata Baru Di Klaten Wajib Dicoba

Masa Penjajahan Belanda berlangsung cukup lama di Tanah Air. Hal ini terbukti dengan banyaknya peninggalan …