Daya Tarik Wisata Monkey Forest Ubud Bali Indonesia

Apa yang terlintas di pikiran ketika menyebut Pulau bali? Bisa jadi pantai yang indah, jajaran pura, atau hamparan sawah dengan sistem subak. Namun, di antara itu semua, ada wisata alam di Monkey Forest Ubud yang juga menebarkan pesonanya.

Lokasi wisata ini pada dasarnya adalah kompleks pura di kawasan hutan lindung. Tepatnya berada di Jl. Monkey Forest Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. terdapat sekitar 749 ekor monyet di sana. Ini adalah jenis Monyet Ekor Panjang yang cukup jinak.

Alasan Berwisata Ke Ubud

Kabupaten Gianyar, terutama Ubud, memiliki pesona yang membuat banyak wisatawan terpikat untuk mengunjunginya. Ada beragam kegiatan yang tidak hanya sebagai refreshing semata, melainkan juga bisa menambah wawasan.

Sebut saja kegiatan mengunjungi Istana Kerajaan Ubud dan beberapa museum seni, juga menonton pertunjukan tari Kecak. Selain itu, luasnya hamparan sawah dengan susunan terasering pun bisa menjadi objek foto yang berharga.

Baca Juga : Lengkap! Info Terkait Wisata Pura Tanah Lot di Bali

Bisa juga mengunjungi beberapa pura yang ada di Ubud. Tiga di antaranya berada di dalam lokasi Monkey Forest Ubud ini. Berkunjung ke pura bisa menjadi suatu momen mengesankan, apalagi jika berkesempatan melihat upacara adat keagamaan di sana.

Hal yang Menarik Di Monkey Forest Ubud

Image Name

Nama asli dari tempat wisata  ini adalah Mandala Wisata Wanara Wana Ubud. Namun, wisatawan lebih mengenalnya dengan nama Monkey Forest Ubud. Tempat tersebut cukup menarik. Berikut ini adalah beberapa hal menarik di sana.

Trending:  Keindahan Pantai Uluwatu (Blue Point) di Bali

1. Kawasan Hutan Lindung yang Asri

Ya, Mandala Wisata Wanara Wana ini memang merupakan kawasan hutan lindung yang terjaga. Penduduk sekitar menganggap tempat ini sakral, sehingga teguh menjaga kelestariannya.

Pohon-pohon besar berusia tua berdiri menjulang. Tak jarang beragam jenis tanaman merambat menyelimutinya. Namun, tidak perlu khawatir, karena lokasi ini cukup bersih. Sangat menyenangkan menyusuri jalanannya sambil menghirup udara segar.

2. Merupakan Komplek Tempat Ibadah Masyarakat

Di dalam hutan lindung Monkey Forest Ubud ada kompleks pura yang terdiri dari tiga kelompok bangunan. Satu di antaranya merupakan pura yang lebih besar. Masyarakat mengenalnya dengan sebutan Pura Agung Padangtegal.

Adapun kedua pura lainnya berukuran lebih kecil. Nama kedua pura tersebut adalah Beji dan Prajapati. Pengunjung yang datang ke lokasi wisata ini lebih disarankan mendatangi pura yang lebih besar.

Ini karena beberapa kelompok monyet menganggap kedua pura yang lebih kecil sebagai wilayah teritorialnya. Ada kemungkinan kelompok monyet tersebut merasa wilayahnya terganggu apabila seseorang asing memasukinya.

3. Berinteraksi Dengan Ratusan Monyet

Perilakunya yang mirip manusia, membuat berinteraksi dengan para monyet itu jadi menarik. Namun, meskipun tergolong jinak, hindari memaksa monyet untuk berinteraksi dua arah. Monyet mungkin akan merasa terpaksa dan terancam, sehingga jadi galak.

Mengamati lucunya tingkah laku ratusan monyet yang berkeliaran dengan bebas ini memang menjadi daya pikat utama tempat wisata tersebut. Jika beruntung menemukan yang ramah, wisatawan bisa mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

4. Lokasinya Cukup Dekat Bandara

Daya tarik lain dari tempat wisata ini adalah lokasi yang dekat dengan bandara dan akses jalannya bagus. Jadi, wisatawan bisa mudah menjangkaunya. Dari Bandara Ngurah Rai, jaraknya hanya kurang lebih 36 kilometer dengan waktu tempuh 75 menit.

Akses menuju hutan lindung ini dapat menggunakan mobil pribadi, motor, taksi, bus wisata, atau kendaraan sewaan. Terdapat parkir yang luas dan memadai untuk kendaraan besar sekalipun.

Trending:  The Keranjang Bali, Destinasi Wisata Oleh-Oleh Baru Yang Seru!

5. Relatif Aman

Walau berinteraksi dengan monyet yang nota bene adalah binatang liar, Monkey Forest Ubud tergolong aman. Hal ini karena ada banyak petugas yang mengawasi dan menjaga agar tidak ada hal di luar keinginan.

Meskipun demikian, wisatawan mendapatkan imbauan untuk tidak memprovokasi monyet dan mengakibatkan para monyet menjadi galak dan menyerang. Oleh sebab itu, ketika berkunjung, perhatikan tips agar aman selama bewisata di sana.

Baca Juga : Keindahan Pantai Uluwatu (Blue Point) di Bali

Tips Aman Mengunjungi Monkey Forest Ubud

Image Name

Kewaspadaan dan kehati-hatian adalah kunci utama saat berinteraksi dengan binatang liar, meskipun terlihat jinak. Ada kalanya binatang itu menganggap suatu tindakan adalah sebuah ancaman. Oleh sebab itu, perhatikan tips aman berikut ini.

1. Simpan Semua Barang Berharga

Perhiasan berkilau merupakan hal yang menarik bagi monyet, termasuk juga gantungan kunci kendaraan. Oleh sebab itu, simpan semuanya ke dalam tas yang tertutup rapat. Dekati monyet dengan tangan kosong agar ia tidak direbut.

2. Pegang Erat Ponsel dan Kamera

Berwisata ke Monkey Forest Ubud tak lengkap tanpa mengambil foto atau video. Namun, mengingat monyet cenderung nakal dan bersifat penasaran, pastikan memegang erat kamera dan ponsel. Monyet itu bisa jadi tertarik untuk merebutnya.

Monyet-monyet lucu itu memang selalu ingin tahu dan meniru tingkah laku manusia. Jadi, apabila ada yang memotret, tak jarang, monyet itu pun ingin balik melakukannya. Tingkah lucu binatang inilah yang membuat Monkey Forest Ubud jadi menarik.

Apabila si monyet tidak ingin difoto, jangan memaksanya. Tenang saja, ada banyak monyet lain yang siap berpose lucu. Beberapa di antaranya bahkan nyaman duduk dekat pengunjung dan berfoto bersama.

3. Hindari Godaan Memberi Makan Monyet

Tingkahnya yang menggemaskan, tak jarang membuat wisatawan ingin mendekatinya dengan memberikan umpan makanan. Ini merupakan cara yang kurang tepat. Bahayanya adalah monyet lain bisa jadi agresif dan menyerang.

Trending:  10 Tempat Wisata Di Bali Yang Sudah Dibuka 2022

Para monyet itu sudah mendapat jatah makanan dari pihak pengelola. Hanya saja, primata itu pasti tidak menolak pemberian pengunjung dan justru berebut makanan. Hindari juga makan dan minum di depan monyet agar tidak terkesan iming-iming.

4. Berjalan Tenang Di Jalur Aman

Di tempat wisata ini, terdapat jalur aman bagi wisatawan. Pastikan agar tidak keluar dari jalur tersebut. berjalanlah dengan gerakan tenang. Hindari kontak mata terlalu lama. Tahan keinginan bercanda dengan mengagetkan para monyet itu.

Gerakan mendadak bisa membuat binatang itu merasa terancam, sehingga balik menyerang. Oleh sebab itu, awasi anak-anak dengan baik. Jaga agar anak-anak tidak iseng melempari para monyet dengan batu atau ranting.

5. Berkunjung Pada Pukul 14.00

Jam operasional Monkey Forest Ubud adalah pukul 08.30-18.00. Namun, datang pada pukul 14.00 bisa jadi lebih tepat, karena para monyet sudah kenyang. Binatang lucu itu akan bersikap lebih santai dan tidak agresif.

Harga Tiket Monkey Forest Ubud 2021 [Update]

Image Name

Pengalaman menyusuri hutan lindung dan berinteraksi dengan monyet di Monkey Forest Ubud bisa menjadi momen berkesan. Harga tiketnya pun relatif murah, yaitu Rp80.000/orang dewasa. Adapun anak usia 3-12 tahun, tarifnya Rp60.000.

  • Dewasa : Rp 80.000
  • Anak-Anak (3-12 Tahun) : Rp 60.000

Baca Juga : 10 Tempat Wisata Di Bali Yang Sudah Dibuka 2021

Akan lebih ekonomis lagi apabila memasukkan jadwal kunjungan ke tempat ini ke dalam paket wisata. Dengan melakukannya, tidak hanya ke Ubud saja, melainkan juga bisa mengunjungi lokasi wisata lain dengan paket bundling yang jelas lebih murah.

Selain itu, dengan menggunakan paket wisata, perjalanan jadi lebih terasa santai dan tidak ribet mengurusi ini itu. Uang yang harus dikeluarkan pun lebih terkontrol, karena semuanya sudah termasuk dalam harga paket.

Bagaimana, sudah tertarik mengunjungi Monkey Forest Ubud? Rencanakan perjalanan segera agar mendapatkan pengalaman berkesan berinteraksi dengan ratusan monyet jinak itu.

Originally posted 2022-06-15 05:58:26.

Check Also

Pantai uluwatu

Keindahan Pantai Uluwatu (Blue Point) di Bali

Mendengar kata Pulau Bali yang terlintas dalam pikiran adalah liburan dan menikmati alamnya yang terkenal …